Nissan ingin memanfaatkan program ini untuk kendaraan listriknya


Kabargadget OtomotifPengembangan kendaraan listrik mulai gencar dilakukan oleh beberapa produsen otomotif. Salah satunya adalah Nissan yang mendorong produksi kendaraan ramah lingkungan untuk kebutuhan pasarnya.

Masih dalam proses, baru-baru ini Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menandatangani RUU perubahan iklim dan perawatan kesehatan yang penting menjadi undang-undang bulan lalu. Persetujuan tersebut memberikan kredit pajak yang dapat digunakan untuk membiayai biaya pembelian kendaraan listrik.

Dikutip oleh Kabargadget dari JepangHari Ini, Sabtu 3 Agustus 2022, banyak produsen otomotif yang memanfaatkan keunggulan tersebut, termasuk Nissan. Perusahaan asal Jepang ini dikenal memiliki mannequin kendaraan ramah lingkungan yaitu Leaf. Mannequin tersebut merupakan salah satu mannequin yang memenuhi syarat untuk kredit pajak di AS.

All New Nissan Leaf di GIIAS 2022

All New Nissan Leaf di GIIAS 2022

Foto:

  • Kabargadget Otomotif/Muhammad Thoifur

Nantinya, negara dengan julukan Paman Sam ini akan memberikan kredit pajak hingga US$ 7.500 atau Rp. 111 juta untuk modelnya. Namun, mereka mengharuskan perusahaan untuk memenuhi syarat untuk program yang harus mengandung baterai yang dibuat di Amerika Utara dengan mineral yang ditambang atau didaur ulang di benua itu.

Chief Sustainability Officer Joji Tagawa mengakui proses kualifikasi itu rumit, sambil menekankan Nissan ingin memanfaatkan hukum untuk meringankan biaya pelanggan. Apalagi saat ini mereka sedang mengalami masalah produksi, terkait dengan kekurangan chip semikonduktor.

“Saat ini kami sedang melakukan analisis secara menyeluruh. Karena itu perlu penyesuaian yang lebih dalam,” kata Joji.

Be the first to comment

Leave a Reply